Diabetes mellitus (DM)

Diabetes

Diabetes mellitus (DM) adalah satu set penyakit terkait di mana tubuh tidak dapat mengatur jumlah gula (khususnya, glukosa) dalam darah. Diabetes termasuk diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional, sindrom metabolik, dan pra-diabetes.

Bisakah Anda Dapatkan Diabetes dari Makan Gula Terlalu Banyak?

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi minuman manis dapat menunda atau mencegah diabetes tipe 2. Minum 1-2 kaleng minuman manis per hari meningkatkan risiko diabetes sebesar 26% dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi minuman bergula. Makan banyak serat dan biji-bijian dapat membantu mempertahankan kadar gula darah yang stabil dan bahkan mengurangi risiko terkena diabetes.

Telah ditunjukkan bahwa pada orang dengan pradiabetes atau orang dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, bahkan jumlah penurunan berat badan dan aktivitas fisik yang rendah dapat mencegah atau menunda timbulnya diabetes. Kehilangan hanya 5% -7% dari total berat badan melalui 30 menit aktivitas fisik 5 hari per minggu dikombinasikan dengan makan sehat menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk menunda atau mencegah diabetes.

Diabetes tipe 2 adalah hasil dari tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin, dan disebut sebagai resistensi insulin. Karena pasien dengan diabetes tipe 2 masih dapat menghasilkan insulin meskipun tubuh tidak merespon dengan benar, kadar insulin dalam darah dapat meningkat pada beberapa orang dengan kondisi tersebut. Dalam beberapa, pankreas mungkin tidak dapat melepaskan insulin yang diproduksi dengan benar.
Faktor risiko untuk diabetes tipe 2

    Genetika merupakan faktor risiko yang kuat untuk pengembangan diabetes tipe 2. Mereka yang memiliki kerabat dengan kondisi berisiko lebih besar.
    Obesitas merupakan faktor risiko utama lainnya. Ada hubungan langsung antara tingkat keparahan obesitas dan kemungkinan terkena diabetes tipe 2. Ini juga berlaku untuk anak-anak dan remaja.
    Distribusi lemak tubuh: Menyimpan kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi daripada menyimpan lemak di pinggul dan paha.
    Usia adalah faktor risiko diabetes tipe 2. Insiden meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Ada peningkatan diabetes tipe 2 dengan setiap dekade di atas usia 40, independen berat badan.
    Etnis: Beberapa kelompok ras dan etnis lebih mungkin dibandingkan yang lain untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Secara khusus, diabetes tipe 2 paling mungkin terjadi pada penduduk asli Amerika (mempengaruhi 20% -50% populasi). Ini juga lebih umum di Afrika Amerika, Hispanik / Latin, dan Asia Amerika daripada di Kaukasia Amerika.
    Gestational diabetes: Wanita yang menderita diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional) berada pada peningkatan risiko untuk kemudian mengembangkan diabetes tipe 2.
    Gangguan tidur: Gangguan tidur yang tidak diobati, terutama sleep apnea, berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
    Ketidakaktifan: Menjadi aktif secara fisik mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe 2.
    Sindrom ovarium polikistik (PCOS): Wanita dengan kondisi ini memiliki kemungkinan peningkatan terkena diabetes tipe 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar